-->

Fatwa MUI mengenai Pengurusan Jenazah Muslim yang terinfeksi Covid -19

          Sahabat Sudut Pustaka sekalian....kali ini saya akan menginfotmasikan berita berita yang sedang hangat hangatnya pada saat ini yaitu merebaknya virus Vandemik Covid -19 atau sering kita sebut dengan Virus Corona....


           Namun, dalam kesempatan ini saya akan membahas dan memberitahukan lanjutan tata cara peribadahan yang berimbas langsung dari wabah ini  dengan mencantumkan Fatwa dari lembaga yang memiliki otoritas di Negara kita Indonesia yaitu MUI (Majelis Ulama Indonesia). tentunya kita sangat prihatin dengan terjadinya wabah ini, yang mana telah mengakibatkan kerugian yang bukan hanya bersifat material saja akan tetapi tidak sedikit orang Islam yang menjadi Korban yang diakibatkan oleh wabah Virus ini.....
           Permasalahan yang sedang kita hadapi harini bukan hanya beribadah saja, akan tetapi bagaimana cara pengurusan Jenazah ketika ada saudara kita dari Muslim dan Muslimah yang menjadi korban dari wabah tersebut....
          nah, disini saya akan cantumkan beberapa Fatwa MUI mengenai bagaimana Cara/ Kaifiyat dalam mengurus jenazah yang terkena Covid -19/ Corona.

Terdapat 6 ketentuan hukum dalam fatwa tersebut. Pada pokoknya, fatwa memberikan pedoman tentang bagaimana cara memandikan, mengafani, menshalatkan, dan mengubur jenazah yang terinfeksi Covid-19. Pedoman itu dibuat untuk mencegah terjadinya penularan virus dari jenazah ke orang yang sehat.

Berikut bunyi fatwa selengkapnya:


Ketentuan umum

Dalam fatwa ini yang dimaksud dengan:
1.      Petugas adalah petugas muslim yang melaksanakan pengurusan jenazah.
2.      Syahid akhirat adalah muslim yang meninggal dunia karena kondisi tertentu (antara lain karena wabah (tha’un), tenggelam, terbakar, dan melahirkan), yang secara syar’i dihukumi dan mendapat pahala syahid (dosanya diampuni dan dimasukkan ke surga tanpa hisab), tetapi secara duniawi hak-hak jenazahnya tetap wajib dipenuhi.
3.      APD (alat pelindung diri) adalah alat pelindung diri yang digunakan oleh petugas yang melaksanakan pengurusan jenazah.

Ketentuan hukum

1.      Menegaskan kembali Ketentuan Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 angka 7 yang menetapkan: Pengurusan jenazah (tajhiz al-jana’iz) yang terpapar Covid-19, terutama dalam memandikan dan mengafani harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Sedangkan untuk menshalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19.

2.      Umat Islam yang wafat karena wabah Covid-19 dalam pandangan syara’ termasuk kategori syahid akhirat dan hak-hak jenazahnya wajib dipenuhi, yaitu dimandikan, dikafani, dishalati, dan dikuburkan, yang pelaksanaannya wajib menjaga keselamatan petugas dengan mematuhi ketentuan-ketentuan protokol medis,

3.      Pedoman memandikan jenazah yang terpapar COVID-19 dilakukan sebagai berikut:
a.       Jenazah dimandikan tanpa harus dibuka pakaiannya.
b.      Petugas wajib berjenis kelamin yang sama dengan jenazah yang dimandikan dan dikafani
c.       Jika petugas yang memandikan tidak ada yang berjenis kelamin sama, maka dimandikan oleh petugas yang ada, dengan syarat jenazah dimandikan tetap memakai pakaian. Jika tidak, maka ditayammumkan.
d.      Petugas membersihkan najis (jika ada) sebelum memandikan.
e.       Petugas memandikan jenazah dengan cara mengucurkan air secara merata ke seluruh tubuh.
f.        jika atas pertimbangan ahli yang terpercaya bahwa jenazah tidak mungkin dimandikan, maka dapat diganti dengan tayamum sesuai ketentuan syariah, yaitu dengan cara:
1)      Mengusap wajah dan kedua tangan jenazah (minimal sampai pergelangan) dengan debu.
2)      Untuk kepentingan perlindungan diri pada saat mengusap, petugas tetap menggunakan APD.  
g.      jika menurut pendapat ahli yang terpercaya bahwa memandikan atau menayamumkan tidak mungkin dilakukan karena membahayakan petugas, maka berdasarkan ketentuan dharurah syar’iyyah, jenazah tidak dimandikan atau ditayamumkan.

4.      Pedoman mengafani jenazah yang terpapar Covid-19 dilakukan sebagai berikut:
a.       Setelah jenazah dimandikan atau ditayamumkan, atau karena dharurah syar’iyyah tidak dimandikan atau ditayamumkan, maka jenazah dikafani dengan menggunakan kain yang menutup seluruh tubuh dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah yang aman dan tidak tembus air untuk mencegah penyebaran virus dan menjaga keselamatan petugas.
b.      Setelah pengafanan selesai, jenazah dimasukkan ke dalam peti jenazah yang tidak tembus air dan udara dengan dimiringkan ke kanan sehingga saat dikuburkan jenazah menghadap ke arah kiblat.
c.       Jika setelah dikafani masih ditemukan najis pada jenazah, maka petugas dapat mengabaikan najis tersebut.

5.      Pedoman menyalatkan jenazah yang terpapar Covid-19 dilakukan sebagai berikut:
a.       Disunnahkan menyegerakan shalat jenazah setelah dikafani.
b.      Dilakukan di tempat yang aman dari penularan Covid-19.
c.       Dilakukan oleh umat Islam secara langsung (hadhir) minimal satu orang. Jika tidak memungkinkan, boleh dishalatkan di kuburan sebelum atau sesudah dimakamkan. Jika tidak dimungkinkan, maka boleh dishalatkan dari jauh (shalat ghaib).
d.      Pihak yang menyalatkan wajib menjaga diri dari penularan Covid-19.

6.      Pedoman menguburkan jenazah yang terpapar COVID-19 dilakukan sebagai berikut:
a.       Dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah dan protokol medis.
b.      Dilakukan dengan cara memasukkan jenazah bersama petinya ke dalam liang kubur tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan.
c.       Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang kubur dibolehkan karena darurat (al-dharurah al-syar’iyyah) sebagaimana diatur dalam ketentuan fatwa MUI nomor 34 tahun 2004 tentang Pengurusan Jenazah (Tajhiz al-Jana’iz) Dalam Keadaan Darurat.



Sekian, Semoga bermanfaat......

Sahabat......Cari Sepatu dan Pakaian Muslimah Murah??

coba cek Link Shopee di sini !!!

Sepatu
Pakaian Muslimah












0 Response to "Fatwa MUI mengenai Pengurusan Jenazah Muslim yang terinfeksi Covid -19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel